Powered By Blogger

Kamis, 28 Oktober 2010

X-LoNz_Repack 29102010

Nih Langsung Sedot Aja





Fitur :

- Wallshot On : F9
- Wallshot Off : F10
- Hack Title : F11
- Hack Misi Mayor : F12


Sabtu, 16 Oktober 2010

Cheat Master Medal

Nih Agar Cheat Master Medal Berfungsi Kembali


Caranya

1. Buka PB Launcher (Yang berwarna biru)

2. Extrak Geps 1.3

3. Buka Injector Geps 1.3

4. START PB (Akan tersuspend Otomatis oleh Geps)

5. Klik Select DLL For Inject - Pilih file "PekalonganFix.dll"

6. Lalu tekan Inject Now

7. Ntar akan keluar tulisan

8. Klik ok" saja / tekan Enter

9. Resume


Tekan nya :

F11 = RPG Mode

F12 = Field Mission Hack (Misi Mayor) dan juga Pangkat Gm

Kalau Master Medal nya cara kayak kemarin kk
F1 - F10 Untuk mengaktifkan mastermedalnya (disarankan mendelete semua misi kartu lalu beli misi major)

Sudah di test di semua Kompi dari Window 7 , Window Vista , Window XP2 , Window XP 3 Work kk....

Jumat, 08 Oktober 2010

Pastikan Dia Jangan Menunggu

CHAPTER 7:
PASTIKAN DIA JANGAN MENUNGGU

"Seharusnya Mas Ray tidak perlu repot-repot begini. Sampai mengantarkan segala. Aku sudah minta tolong Warnie."
"Warnie datang kemarin. Tapi aku katakan, ingin aku antar sendiri."
"Ada yang penting?" Kishi duduk di hadapan Ray. Menatapnya.
"Kalau tidak penting, tidak boleh menemuimu?"
"Bukan begitu. Biasanya Mas Ray kan...."
"Tidak pernah mencarimu, apa lagi sampai ke rumah?" potong Ray tersenyum. "Selama ini aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri, ya?"
"Tak apa. Melukis toh bukan hal yang jelek."
"Bukan itu. Maksudku...."
Kishi menunduk. "Aku mengerti."
"Seharusnya aku bisa lebih memahamimu."
"Tidak perlu. Pahami saja keinginan Mas Ray." Kishi menelan ludah pahit. "Sudah terima amplop coklat yang kutitipkan?"
"Ya."
"Tito bilang, itu panggilan kerja untuk Mas Ray."
Ray mengangguk. "Pertambangan minyak di Batam."
"Mas Ray terima?"
"Menurutmu bagaimana?"
"Aku tidak punya pendapat untuk itu." Kishi menggeleng. "Kenapa tidak bertanya pada Mbak Ika?"
"Ika?" Ray memajukan tubuhnya. "Karena kamu melihatku memeluknya?"
"Sebenarnya bukan cuma itu."
"Apa lagi?"
"Aku tidak ingin membicarakannya."
"Kamu belum tahu secara pasti bagaimana aku dengan Ika. Kenapa langsung memutuskan?"
"Itu masalah pribadi Mas Ray. Kenapa aku harus tahu?" elak Kishi. "Kenapa harus dibicarakan padaku?"
"Karena kamu tersangkut di dalamnya."
"Aku?" Kishi tertawa. Pahit. "Aku bukan apa-apa."
"Kalau kamu bukan apa-apa, dia tak akan cemburu. Ika bukan tipe orang yang bisa menyerah begitu saja sebelum bertanding."
"Tidak perlu ada pertandingan. Toh memang sudah ada pemenangnya."
"Kamu!" Ray mengultimatum. "Kamulah pemenangnya!"
"Pembicaraan apa ini? Mas Ray ngawur!" Kishi bangkit. Bagaimana dia bisa tahan duduk berhadapan begitu dan membiarkan Ray mempermainkan perasaannya, mengobrak-abriknya?
"Duduk, Kish. Aku belum selesai."
"Apa lagi?!"
"Aku diwisuda besok."
"Lalu?"
"Mau mendampingiku?"
"Kenapa tidak minta pada Mbak Ika?"
"Ika lagi, Ika lagi!" Ray menggeleng kesal. "Aku minta padamu! Bukan Ika!"
"Apa yang Mas Ray inginkan sebenarnya?"
"Waktu Ika meminta kembali, aku tidak tahu kenapa tidak ada lagi yang bisa kuberikan padanya. Di hatiku sudah tidak ada namanya lagi. Di hatiku hanya ada kamu...."
Kishi menggeleng.
"Aku bukan apa-apa bagi Mas Ray. Aku bukan apa-apa...."
"Karena aku tidak pernah membalas semua yang kamu berikan?"
"Memang tidak harus, kan?"
"Kishi, waktu kamu ke paviliun saat itu...."
"Aku tidak ingin mendengar penjelasan Mas Ray tentang alasan memeluk Mbak Ika seperti itu. Itu urusan Mas Ray."
"Urusanmu juga." Ray menatap tajam. "Aku perlu menanyakan ini, Kish. Sebelum kuputuskan ke Batam atau tidak."
"Mas Ray akan ke Batam?" Kishi menatap Ray tanpa menyadari matanya menyimpan kepanikan.
"Tergantung jawabanmu."
"Aku?"
"Ya, bukan Ika! Please, jangan bicarakan dia lagi. Kita sedang mendiskualifikasikan dia." Ray menarik napas sejenak. "Kamu ingin aku pergi ke Batam dan terikat kontrak yang memisahkan kita begitu lama?"
Kishi tak tahu harus menjawab apa. Kalau menuruti kata hatinya, maka dia ingin menjawab tidak.
"Mas Ray ingin pergi?"
"Bagiku, kerja di manapun sama saja kalau tidak ada kamu. Tapi kalau ada kamu, kupilih kerja di sini. Sudah ada perusahaan lagi yang menawariku. Kalau kamu ingin kita tidak berpisah, minta aku jangan pergi!"
Kishi mendongak. Menatap hitamnya mata Ray yang bagus.
"Aku tidak ingin Mas Ray pergi," ucapnya pelan. "Aku...."
Ray menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
"Aku tak akan pergi," jawabnya pasti. "Aku tak akan pergi!" ©

TAMAT

By Siauw Phing

Kamis, 07 Oktober 2010

Pastikan Dia Jangan Menunggu

CHAPTER 6:
HATIKU PATAH

"Mau tolong aku, Nie?"
"Apa?"
"Kalau pulang lewat rumah Mas Ray, kan?"
"Kadang-kadang. Memangnya kenapa?"
"Kalau lewat, tolong mampir sebentar. Ada beberapa barangku yang tertinggal di tempatnya."
Warnie menoleh. Menatap Kishi dengan dahi berkerut.
"Ada apa denganmu?"
"Tidak ada." Kishi tersenyum.
"Kenapa harus aku yang datang? Bukan kamu?"
"Aku sibuk. Mesti belajar untuk ujian semester."
"Biasanya minta Ray yang mengajarkan."
"Merepotkan dia saja."
"Hei, ada apa denganmu?" ulang Warnie heran.
Kishi menarik napas panjang, menunduk sedikit.
"Kamu benar. Aku memang bukan apa-apa untuk Mas Ray."
"Oo, Kish." Warnie memeluk Kishi. "Dia mengatakan itu padamu?"
"Aku melihatnya sendiri. Ika kembali."
"Dia bilang akan kembali pada Ika?"
"Mas Ray tidak menjelaskan apa-apa. Aku melihatnya memeluk Ika. Apa itu tidak menjelaskan segalanya?"
"Kish!"
Kishi menelan ludahnya dengan susah payah.
"Seharusnya aku mengerti sejak dulu," ungkapnya.
"Kalau saja kamu mau mendengarkan aku."
"Ya. Tapi tidak ada gunanya memang. Sudah selesai. Semua." Kishi tersenyum pahit. "Jangan lupa, ya? Tolong ambilkan barangku."
"Mau titip sesuatu untuk Ray?"
Kishi menggeleng.
"Tak akan ada gunanya."
***
"Nah, itu dia pulang!"
Kishi tertegun di ambang pintu. Mama berdiri dari duduknya. Menyambutnya. Tapi yang membuat Kishi bingung adalah kehadiran Ray di ruang tamu sekarang.
"Ke mana saja, Kish? Sudah ditunggu lama, tuh."
"Jalan-jalan."
"Tante tinggal ke dalam ya, Ray."
Ray mengangguk. "Terima kasih, Tante."
Pandangannya dialihkan ke Kishi setelah Mama gadis itu menghilang. Sementara Kishi masih saja berdiri di tempatnya.
"Kenapa melihatku seperti melihat UFO?"
Kishi tertawa kecil. "Tumben Mas Ray kemari? Ada apa?"
"Mengantarkan barang-barangmu."

By Siauw Phing

Rabu, 06 Oktober 2010

Pastikan Dia Jangan Menunggu

CHAPTER 5:
AIRMATAKU MENITIK

"Ada telepon untuk Kishi, Mam?"
"Tidak." Mama mendongak, menatap Kishi sambil berkerut. "Kamu nunggu telepon dari siap sih, Kish? Penting ya sampai nanyain tiap hari?"
Kishi tersenyum pahit. Menggeleng perlahan. Jadi Warnie benar. Dia memang tidak berarti apa pun untuk Ray.
Sudah lebih dari sebulan Kishi tidak lagi menemui Ray. Terakhir adalah saat Kishi mengantarkan amplop titipan Tito. Itu pun Ray tidak ada di rumah. Dia hanya ditemani Mama Ray. Setelah itu Kishi menjauh. Mencoba menahan diri. Dia harus tahu, apa memang ada yang bisa diharapkan.
Tapi ternyata tidak! Sama sekali tidak!
Ray tidak mencarinya. Tidak menelepon. Tidak datang ke rumah.
Mungkin dia memang harus melupakan. Tidak usah mengharapkannya. Tapi bisakah? Sebulan ini saja Kishi sudah merasa kehilangan.
"Oya, Kish. Tadi Warnie datang. Katanya, mau pinjam diktat organik buat kuis besok. Mama suruh cari sendiri di kamarmu. Tapi katanya tidak ada."
Tertinggal di tempat Ray saat Kishi memaksa cowok itu mengajarkannya sebelum ujian kemarin. Dan dia lupa mengambilnya kembali untuk dipinjam Warnie besok.
"Kishi pergi dulu, Mam."
"Lho, baru pulang kok mau pergi lagi?"
"Ambil diktat di rumah teman. Kasihan Warnie, besok dia perlu sekali."
Sekalian mengambil semua barangnya yang tertinggal di paviliun Ray.
***
"Mas Ray ada, Mbok?" Rumah besar itu sepi saat Kishi tiba di sana. Cuma Mbok Tinah yang menyambutnya.
"Ada di paviliun, Non. Biasa, sedang melukis. Masuk saja ke dalam."
Kishi melangkah masuk. Menyusuri taman belakang yang luas sebelum sampai ke paviliun.
"Mas Ray!"
Kishi tertegun di ambang pintu. Batal melangkahkan kaki untuk masuk. Merasakan seluruh dunia berputar balik. Dan dia terjebak dalam pusaran tanpa henti.
Ray menoleh. Mendapatkan Kishi tertegun di ambang pintu. Dia bisa membaca seluruhnya. Keterkejutan. Kesakitan. Semua di mata itu. Perlahan dilepaskannya pelukannya pada Ika.
"Kishi."
"Maaf, aku tidak tahu kalau Mas Ray ada tamu." Kishi mencoba tersenyum.
"Tak apa." Ray menghampiri. Tenang seperti biasa. "Oya, kenalkan. Ini Ika. Ka, ini Kishi."
Kishi melebarkan senyumnya. "Maaf mengganggu. Aku cuma mau mengambil barang-barangku yang tertinggal."
"Berserakan di mana-mana."
"Tidak penting, kok. Cuma diktat itu yang mendesak. Bisa tolong ambilkan, Mas Ray?"
Ray meraih diktat organik Kishi di atas lemari.
"Terima kasih. Aku pulang."
Kishi berbalik cepat. Melangkah cepat melintasi taman belakang rumah Ray.
"Kish!" kejar Ray. "Katanya mau mengambil barang-barang yang lain?"
"Tidak begitu penting. Bisa tolong dikumpulkan dulu, Mas Ray? Nanti kuminta Warnie mampir mengambilkannya. Dia suka lewat sini kalau pulang."
"Kenapa tidak diambil sendiri?"
"Aku sibuk. Sudah hampir ujian semester. Harus belajar keras."
"Tidak ingin kuajari seperti biasa?"
"Nanti mengganggu Mas Ray. Lagipula, aku harus mandiri kan?" Kishi tersenyum lagi. Menyamarkan semua rasa yang sempat terlihat Ray tadi. "Aku pulang, Mas."
"Kuantar, Kish."
Hampir setahun berada di dekat Ray, menghampirinya selalu, Ray tidak pernah menawarinya mengantar pulang. Pun setelah seharian Kishi menemaninya di paviliun. Atau membereskan paviliun yang seperti kapal pecah. Ray bahkan tidak pernah mengantar sampai ke depan rumah, tempat Kishi memarkirkan mobilnya.
Lalu kenapa baru sekarang, setelah segalanya terlambat?
"Aku bawa mobil."
"Kuantar sampai depan."
"Tidak usah. Mas Ray kan ada tamu. Tuh sudah ditunggu."
"Hati-hati, Kish."
Kishi mengangguk. Ray bahkan tidak pernah berpesan seperti itu.
Di dalam mobil, airmata Kishi mengalir deras.

By Siauw Phing

Selasa, 05 Oktober 2010

Wallshot

Sedot Nih!

Fitur :
~ Wallshot


UNITY AREA V3

NEW UPDATED
UNITY_AREA_V3
Pass : QSAD-I37YK-UKE93-N3KRA-FVCK
Fitur - alt tab sistem On Off
F1 = on
F2 = off
NB: saat terinject akan muncul notice di ok"an ajah setelah itu pencet/tekan F2 [OF] ... setelah masuk ke loby Tekan F1 [ON]
kalau gak digunakan tekan lagi F2 [OF]
- wallshot sistem On Off
F3 = on
F4 = off
NB : ketika masuk ke rum tekan F5 [ON] dan ketika loading masuk ke permainan tekan F6 [OF]
auto injeksi selang 5 sampai 10 detik....
 

X-MAHO_injector

Langsung Sedot Aja!

cara pemakaian:
1. buka PB Laucher
2. Buka injector yg 1 paket ma dll yg Lo Dl td
3. star PB

n oke" aja

F1 Minimize On
F2 Miminize oFf
Kterangan Minimize : waktu setelah inject .DLL nya ada keluar notice.. di OK in ajah... terus langsung pencet F2... kemudian masuk ke loby... pencet F1 [Minimize ON]..kalau gak diperlukan tekan lagi F2 [Minimize OF]
F5 WS On ( pakai saat sblm star msk room n saat loading mau msk play Off kan)
F6 WS Off
Keterangan Dari g : untuk yang Pemakaian WS :
gini gan Caranya : Pas Kita ada di dalam room dan Rm udah mau mulai Pertandingan kita pencet aja F5.....lalu pas udah mau masuk room (loading masuk rum) kita pencet F6.....
kalau masalah F6 itu Mungkin Untuk menghindari jejak Dari satpol PB nya gan......

Pastikan Dia Jangan Menunggu

CHAPTER 4:
RAY DAN IKA

"Ray!"
"Kapan kembali?"
"Kemarin. Aku meneleponmu tapi kamu keluar. Jadi hari ini aku kemari."
Ika masih saja cantik, seperti dulu. Lebih cantik malah. Tapi membuat Ray merasa sangat asing.
"Masih suka melukis, Ray?"
"Seperti yang kamu lihat."
"Kudengar kamu sudah lulus. Selamat, ya? Kapan wisudanya?"
"Bulan depan."
Genggaman tangannya pun sudah terasa lain. Ika yang kembali sekarang sudah terasa lain. Ika yang kembali sekarang bukan seperti Ika yang dilepasnya pergi dulu.
"Tempat ini tidak pernah dibereskan, ya?" Ika mengalihkan pembicaraan. Mencoba mencairkan kedinginan Ray.
"Kadang-kadang." Kalau Kishi datang dan Ray tidak sedang melukis. Ray akan berselonjor di sofa panjang, mendengarkan kicauan petasan injak itu dan membiarkan gadis itu menata paviliunnya sesuka hati.
"Bagaimana kalau kita keluar, Ray?"
"Maaf, aku capek."
"Kutemani di sini?"
"Tempat ini kotor."
"Tak apa. Aku ingin melihatmu melukis lagi seperti dulu."
Bagaimana bisa, sementara suasana di antara mereka tidak lagi sama seperti dulu?
"Kenapa cita-citamu berubah?" tanya Ray dua tahun yang lalu saat Ika memutuskan berangkat ke Amsterdam.
"Kesempatan ini jarang sekali datang, Ray. Aku tidak bisa mengabaikannya begitu disodorkan padaku."
"Juga kalau itu berarti kita berpisah?"
"Cuma sementara!"
"Tapi kamu bahkan tidak bisa memastikan kapan akan kembali. Bagiamana kalau kamu tidak kembali?"
"Aku pasti kembali."
"Sampai kapan?"
"Tidak lama!"
"Setahun, dua tahun, sepuluh tahun? Atau kamu ingin aku menunggu seumur hidup?"
"Ray!"
"Kuliahmu sudah setengah jalan, Ika."
"Bisa kulanjutkan kalau aku kembali."
"Asal kamu kembali belum jadi nenek-nenek."
"Kamu tidak suka aku pergi?"
"Ya! Aku tidak suka kamu membuang semua yang sudah kamu miliki hanya untuk mengejar sesuatu yang baru. Yang tidak pasti!"
"Aku tidak membuangnya, Ray. Aku cuma menunda. Aku tak akan tahu kalau tidak pernah mencoba."
"Bagaimana kalau kamu gagal?"
"Aku bisa kembali, dan meneruskan kuliahku yang di sini."
"Asal kamu tidak terlambat. Asal pintu belum tertutup rapat saat kamu kembali."
Ray tidak bisa mengerti. Tidak bisa memahami. Ika sudah punya segalanya. Keluarga. Cita-cita yang bakal diraihnya dalam dua tahun mendatang. Ray yang mencintainya, yang didapatnya setelah menyingkirkan tidak sedikit saingan.
Dan sekarang Ika bermaksud meninggalkan semua demi sebuah kesempatan ke Amsterdam. Hanya karena gadis itu menerima tawaran untuk hidup dan belajar musik di Negeri Kincir Angin itu. Tawaran dari salah seorang pamannya!
Musik?! Astaga! Ray tahu betul, Ika tidak pernah berminat pada dunia yang satu itu.
"Aku tidak bisa menghalangimu. Aku cuma berharap, kamu sudah kembali sebelum semuanya terlambat."
Termasuk dalam hal memperoleh kembali hati Ray.
"Siapa Kishi, Ray?" Ika meraih diktat Kishi yang tergeletak di atas lemari.
"Adik angkatan." Ray mengambil diktat itu dan meletakkannya di atas lemari.
"Dia sering kemari? Kok bukunya ada di sini?"
"Bukan urusanmu."
"Tentu saja urusanku kalau semua belum terlambat." Ika menatap Ray sambil tersenyum. "Belum terlambat kan, Ray?"


By Siauw Phing

Senin, 04 Oktober 2010

Pastikan Dia Jangan Menunggu

CHAPTER 3:
SEGALANYA TENTANG RAY

Ray melangkah ke dalam. Melewati ruang makan dan terhenti di dapur.
"Mam!"
"Hai, Ray. Dari mana?"
"Jalan-jalan sebentar."
"Tadi Kishi kemari. Lebih dari sejam menunggumu."
"Ada pesan?"
"Dia tinggalkan memo dan amplop. Mama taruh di atas kulkas."
Ray menjangkau atas kulkas dan menemukan secarik memo kecil tertindih amplop coklat.

Titipan Tito. Katanya bulan depan Mas Ray diwisuda. Bawa foto dan urus administrasinya di sekretariat. Kishi.

Kemajuan!
Ray tersenyum tipis. Biasanya gadis itu tidak pernah cukup menulis memo dengan selembar kertas kecil begini.
"Sudah makan, Ray?"
"Tadi sudah makan di jalan. Ray ke paviliun dulu."
"Oo, hampir lupa." Mama meninggalkan blendernya. Menghampiri Ray, menatap putranya lembut. "Ada tamu untukmu. Dia sudah hampir setengah jam menunggu. Katanya mau menunggu di paviliun saja. Jadi Mama biarkan dia di sana."
"Kishi?"
"Ika."
Ray tertegun.
"Temuilah, Ray. Ada yang harus diselesaikan antara kalian."
"Semua sudah selesai," gumam Ray tak bergeming. "Dia sudah memilih jalan hidupnya. Untuk apa kembali?"
"Dia berhak memberi penjelasan." Mama mendorong Ray lembut. "Temuilah. Kalau kamu masih mencintainya, kenapa harus menolak?"
"Saya sudah tidak mencintainya lagi."
"Karena Kishi?" Mama tersenyum. "Atau karena menuruti kemarahanmu saja?"
"Kishi cuma anak kecil."
"Tapi kamu bahkan tidak bisa menolak kehadirannya."
"Mam!" Pusing di kepala Ray bertambah.
Ray tidak ingin menemui Ika sebenarnya. Biar saja gadis itu menunggu di paviliun sampai bosan. Ray bisa berbaring di kamarnya di atas. Tapi itu tak akan menyelesaikan segalanya. Biar pun Ray menghindar, tetap saja masih ada yang tersisa antara kami, batinnya. 

By Siauw Phing

Minggu, 03 Oktober 2010

Pastikan Dia Jangan Menunggu

CHAPTER 2:
CINTAKAH DIA?

"Nanti ke rumah Ray?"
"Mungkin. Kenapa?"
Tito mengeluarkan amplop coklat dari dalam ranselnya. "Titip ini buatnya. Dan ingatkan dia, Kish. Wisudanya bulan depan. Dia harus datang mengurus administrasi. Jangan lupa bawa foto."
"Oke."
"Trims." Tito melambai sambil menjauh.
"Kenapa harus kamu yang merawat bayi besar itu?" tanya Warnie setelah Tito berlalu. "Mengingatkannya makan. Bahkan sekarang mengingatkan untuk acara wisudanya. Sementara dia sendiri tidak ingat apa-apa selain melukis."
"Bayi besar yang mana?"
"Tentu saja Ray! Siapa lagi?"
"Oo." Kishi tersenyum manis. Kalau bukan aku, siapa lagi? Lagipula, Mas Ray banyak membantuku."
"Kimia?" Warnie mencibir. "Sebenarnya tanpa dia pun kamu bisa."
"Biar saja. Mas Ray toh tidak keberatan."
"Apa yang kamu cari darinya, Kish?"
"Tidak ada."
"Kamu tidak sedang jatuh cinta padanya, kan?"
"Tidak!"
"Kamu terlalu cepat menjawab."
Jatuh cinta? Kishi bahkan tidak pernah memikirkan itu. Dia cuma merasa senang berada di dekat Ray.
"Apa dia tidak terlalu tua untukmu, Kish?"
"Kamu ini bicara apa, sih?!" Kishi mendelik. Mulai sebal dengan Warnie yang nyinyir.
"Aku cuma kasihan melihatmu. Selama ini selalu kamu yang menghampirinya. Memperhatikannya. Apa dia pernah bertindak sebaliknya?"
Kishi terdiam. Memang tidak pernah, jawabnya dalam hati.
"Aku tidak menuntut apa pun," sanggah Kishi. Tapi dia tahu hatinya tidak yakin.
"Kamu tidak jujur."
"Jangan bicara lagi, Nie!"
"Kalau kamu menghindar terus, semua bisa terlambat. Dia terlalu tua untukmu. Kamu bahkan baru duduk di semester pertama sementara Ray sudah lulus."
"Kami cuma berbeda lima tahun!"
"Lebih baik mencari yang seumur denganmu. Yang mendekatimu banyak, Kish. Buat apa mengejarnya terus kalau dia tidak mencintaimu?"
"Aku tidak bilang aku jatuh cinta padanya."
"Suatu saat pun kamu pasti sampai pada kesimpulan itu."
Benarkah?
"Kish, aku bisa bicara begini karena aku kenal Ray dengan baik. Aku sudah berteman dengannya sejak dulu. Bahkan saat dia masih bersama Ika. Dia sangat mencintai gadis itu."
"Aku tahu."
"Bahkan mungkin sampai sekarang," lanjut Warnie hati-hati. "Kukatakan ini karena aku tidak mau kamu terperangkap. Kamu teman baikku, Kish. Aku tidak mau melihatmu terluka tanpa ada yang bisa kulakukan."
Lalu dia harus apa?!
Kishi bahkan tidak tahu harus bagaimana. Dia bahkan tidak tahu apa benar dia jatuh cinta pada Ray, seperti yang dikatakan Warnie? Namun hati kecilnya membenarkan sebagian besar yang dikatakan Warnie.
Apa dia harus mencoba menjauh dari Ray, sekadar mencari tahu apa Ray peduli padanya? Lalu bagaimana kalau ternyata Ray memang tidak mencarinya, kalau ternyata bagi cowok itu seorang Kishi memang bukan apa-apa?
Kishi tidak berani membayangkan.
Dia bahkan tidak berani memikirkannya. 

By Siauw Phing

Sabtu, 02 Oktober 2010

Pastikan Dia Jangan Menunggu

CHAPTER 1:
SI PETASAN INJAK

"Mas Ray!"
Petasan injak itu lagi!
"Lho, kok Mas Ray cuek begitu sih?" Kishi menarik kursi ke dekat Ray. "Aku kan nggak pernah dapat B. Selalu C, itu pun setelah belajar sampai jungkir balik."
"Kalau tidak bisa kimia, kenapa nekat masuk Perminyakan?"
"Kalau tidak masuk Perminyakan, tidak akan ketemu Mas Ray kan?" Kishi tersenyum manis.
Gadis ini! gerutu Ray dalam hati. Selalu saja bisa menangkis semua kata-katanya. Ray menoleh. Menatap ke arah Kishi sekilas. Gadis itu bahkan tidak menyadari kalau kehadirannya benar-benar mengganggu konsentrasi Ray.
"Kemari cuma mau lapor hasil ujianmu?"
"Mas Ray keberatan aku datang kemari, ya?" Kishi menatap profil samping Ray. Cowok itu masih saja menatap lurus ke arah kanvasnya.
"Bisa kan menjawab pertanyaan dulu sebelum bertanya balik?" tegur Ray.
Kishi terkekeh. "Habis, Mas Ray nanyanya seperti mau ngusir."
Aku memang mau mengusirmu! geram Ray dalam hati. Setiap Kishi muncul, lukisannya pasti terbengkalai. Tidak pernah selesai. Ada-ada saja permintaan gadis itu. Minta diajari kimia. Mencari buku. Kaset. Nonton bioskop. Segalanya, bahkan sampai makan!
Dan dengan caranya sendiri, Kishi selalu berhasil membuat Ray menuruti keinginannya.
"Mas Ray sudah makan?"
"Sudah."
"Aku belum. Temani aku makan keluar, yuk."
"Aku sedang melukis," tolak Ray.
"Nanti kan bisa diteruskan lagi. Ayo dong, Mas Ray! Tidak kasihan melihatku kelaparan?"
"Kamu kan bisa makan sendiri."
"Ah, mana enak makan tanpa teman."
"Kenapa tidak makan dulu sebelum kemari?" gerutu Ray tanpa menyembunyikan rasa kesalnya.
"Aku mau traktir Mas Ray. Kan ujianku dapat B karena diajari Mas Ray."
"Aku tidak minta bayaran. Simpan saja uangmu."
"Mas Ray kok menolak niat baik orang?"
"Lukisanku belum selesai."
"Nanti bisa dilanjutkan. Kutemani, deh."
"Tidak usah," tolak Ray cepat. "Nanti malah lebih tidak selesai."

By Siauw Phing

Kamis, 30 September 2010

FLV Converter

FLV Converter Portable

Flv Converter adalah Perangkat lunak Windows gratis untuk konversi format FLV Macromedia Flash ke salah satu format video output banyak. Format FLV juga tahu sebagai format video flash dan ekstensi itu adalah "flv.". Hari ini, flash format flv secara luas yang popular dan menempatkan dirinya sebagai standar untuk penerbitan embedded video stream di internet. Banyak situs web yang paling populer dengan menggunakan konten video FLV sebagai format yang dipilih (youtube, google video dll)

Dengan perangkat lunak bebas Flv kami Konverter, Anda dapat mengkonversi flv Anda dikodekan konten video ke dalam format yang paling populer dan lebar hari ini menyebar video yang digunakan pada komputer desktop, ponsel, laptop dan perangkat removable dan audio player berbagai. konversi yang tersedia ke dalam format berikut: avi, mpeg-1, mpeg-2, mp4, mov, ipod, psp, iPhone, 3gp dan mp3. Dengan mp3 Converter Flv akan mengkonversi stream audio hanya sejak mp3 adalah format audio pembawa saja.

Flv Converter juga tersedia untuk di-download sebagai portabel, berdiri sendiri versi, file exe tunggal yang dapat dijalankan dari perangkat removable usb tanpa prosedur instalasi.
Ketika membuat aplikasi ini kita ingin untuk menjadi sederhana, user friendly dan mudah dimengerti untuk para penonton terbesar. Operasi dasar yang terletak di toolbar utama dan program beroperasi dengan membuat daftar "siap untuk dikonversi" file dalam format flash video FLV. Adalah mungkin untuk menambah dan beberapa file antrian untuk konversi sekaligus - pilihan yang hilang bahkan dari banyak aplikasi komersial. Selain itu, Anda dapat menambahkan file flv dengan drag dan drop sistem yang didukung untuk Windows OS ..
Anda selalu dapat memeriksa file dengan opsi preview sebelum Anda menambahkannya ke dalam daftar dan mulai mengkonversi. Flv Converter memberi Anda kesempatan untuk mengatur pilihan manu untuk encoding file keluaran, seperti pengaturan kualitas, bit rate audio dan video, frame rate per pilihan kedua dan lainnya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara menggunakan Flv Converter memeriksa bantuan online.
Flv Converter adalah seperti, gratis untuk menggunakan perangkat lunak. Flv Converter adalah aplikasi bersih, tidak mengandung iklan, malware atau segala jenis badware. Flv Converter tidak mencoba untuk diam-diam terhubung ke internet dan tidak mengumpulkan informasi tentang pengguna dan sistem mereka.
Jika Anda menemukan Flv Converter berguna tolong beritahu teman-teman Anda tentang hal itu sehingga dapat menjangkau lebih banyak pengguna. Sebuah link di situs atau blog Anda akan sangat dihargai.
  

Current version: 3.2.4.30
Release date: 7/27/2010.

Operating System: Windows XP, Windows Vista, Windows 7

Installation type: Both install and portable version available, choose bellow.

 

Cara Mengganti Logo Blog

Pernah lihat logo para blogger yang memakai logo sendiri (default logo blogger.com mirip huruf B)??? Lama-lama jadi pingin juga ganti logo pakai image buatan sendiri, jadi sekarang kubuat logo atau gambar dengan ukuran width : 20px dan height : 20px, simpan dengan format gif.
Kemudian upload photo/gambar yang sudah diedit tadi ke situs penyimpan gambar. Supaya ga usah daftar lagi gunakan aja yang punya google, picasaweb.google.com tinggal masukkan ID Email dan sandi gmail.
Atau bisa juga disimpan di photobucket.com dan yang lainnya.
Copy / ambil kode link gambar yang sudah anda upload
(misal : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIhH8MEa_Uh0ptfiPCzEpbTku5bIEA8bqAaUJNa7z8AuJdlvsjlhZhHLQRnDr03VheO-aav2IWDG7NeL9HOQ_m7QGfzWvGv74jGhxmM8zXHbxUXwPSWqfdn2p4GakgFOFUg8zPOa4Tv1A/s800/bendera%20indonesia.gif )

Cari kode html berikut di template blog anda :

<title><data:blog.pageTitle/></title>
<b:skin><![CDATA[

(untuk lebih cepat gunakan ctrl F saat mencari di Edit HTML blog anda)

Copykan kode berikut diantara kedua kode diatas :

<link href='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIhH8MEa_Uh0ptfiPCzEpbTku5bIEA8bqAaUJNa7z8AuJdlvsjlhZhHLQRnDr03VheO-aav2IWDG7NeL9HOQ_m7QGfzWvGv74jGhxmM8zXHbxUXwPSWqfdn2p4GakgFOFUg8zPOa4Tv1A/s800/bendera%20indonesia.gif' rel='shortcut icon'/>

tulisan yang tercetak tebal dan berwarna Hitam diatas adalah alamat file gambar yang tadi sudah anda uploud, ganti dengan kode gambar anda.



Untuk jelasnya hasil copy paste seperti dibawah ini :

<title><data:blog.pageTitle/></title>

<link href='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIhH8MEa_Uh0ptfiPCzEpbTku5bIEA8bqAaUJNa7z8AuJdlvsjlhZhHLQRnDr03VheO-aav2IWDG7NeL9HOQ_m7QGfzWvGv74jGhxmM8zXHbxUXwPSWqfdn2p4GakgFOFUg8zPOa4Tv1A/s800/bendera%20indonesia.gif' rel='shortcut icon'/>

<b:skin><![CDATA[

lalu tinggal simpan template anda (SAVE)

dan lihat hasilnya >>>> Logo Blog anda sudah ganti....

Selamat Mencoba.

Title Hack & Misi Mayor 28092010

Title Hack & Misi Mayor

Fitur
     ~ F11 : Misi Mayor
     ~ F12 : Major Mision Hack

CREDIT: Abujafar@N3

Sabtu, 25 September 2010

Yang Butuh vcredist_x86.exe

Nih Buat Yang Gak Punya 
vcredist_x86.exe


*_Semoga Bermanfaat_*

GB Misi

Nih Klu Pengen Misi nya Selesai


Clue Pass : 626c6f6773706f74

Fitur:

 F11 = Title Hack
 F12 = Field Mission Hack (Misi Mayor)

Minggu, 19 September 2010

[GB]Cheat Exp With RPE

Tools
-rPE-rEdoX_Editor : *=Click Here=*
-ALT TAB No DC (Pke Zenix/Violet Trainer)

TUTORIAL
-matikan/disable Antivirusnya Sma DeppFreaze.
-Jalankan rPE langsung dari file di rar nya/ jangan diekstrak filenya.

Setting dulu rPenya sebagai berikut
- Aktifkan semua filter, centang icon Acktive Normal Filter dan Active Custom Filter, tempatnya di bawah tombol start.

- Aktifkan Winsock 1.1 caranya buka option >>setting >>centang semua pilihan di bawah winsock 1.1, yang lain ksongkan saja.

 
 - aktifkan Mode Stealth, caranya buka option >> Setting Driver >> centang pilihan Hide rpE, kalo ada notice okekan dan Yes aja, terus tutup pup up yang muncul.

 
 
 - Terus Jalankan PB disertai Alt Tab'x.
- Log in PB dengan mode no launcher.
- Buat room Lux/hospital 3 round 3 menit, Jadi RM dan pilih CT side. Char yg mau di GB jadi tero.
- Balik ke rPE dan pilih select process >>Open Proccess>>centang opsi KelnsertQueueApc(ring0)>>sorot Pointblank.exe >> inject.


- Balik ke PB dan suruh player Tero pasang Bom dan kita balik cepet ke rPe dan tekan Start pada rPE.
- Saat Bom Terpasang Tekan Stop di rPE.
- Akan muncul Jendela data, cari packet dengan ukuran 21 kb.. terus klick kanan pada packet 21 kb itu.
- Muncul jendela send.. setting dulu pilihannya >>timernya jadikan 10 >> increase byte jadikan 1603>> terus tekan Send
- Kira-kira 1 menit kemudian tekan stop.
- Balik ke PB silahkan CT bunuh diri atau minta dibunuh ama Tero.
- Mainkhan lagi round baru dengan cara yg sama.
- Biasanya akan DC karena BT/SE/KE .. atasi dengan cara ulangi step yg telah diterangkan tadi> bersihkan registry dengan ccleaner.

*=NYIT-NYIT.NET=*
 
 
 
 

AIORepack [Wallshot,ammo,ALT TAB,misi MAyor]

Cheat Gabungan
.........................


TUTORIAL
-BUka''AIORepack'' 
-Launch PB and Klik START
-PointBlank.exe akan Tersuspend Automatis
-Tinggal Klik Cheat Apa Yg kmu mau Pke
-Klo Mau Nge Inject Yg lain..Tinggal Klik ''Select DLL For Inject''
-Klo Udah Resume
 
CREDIT: Kirara Chan Dan N3rion

Sabtu, 18 September 2010

WallShot 17 September

Langsung Sedot
 
 

No Password

Tutor :

-Launch Zenix.exe
-Launch PB dan Start
-Inject Auto
-Trus Keluar Notice Oke Aja
-Wallshot Berhasil




Jumat, 17 September 2010

Alt Tab No DC

Alt Tab No DC by Ukira

No Password


Tutor :

* Launch Violet.exe
* Launch PB dan Klik Start
* Inject Auto
* Alt Tab No DC Telah Aktif

CREDIT : Ukira@N3

Wallshot 16 September


Zenix Fitur Wallshot

Clue Pass : 4e:61:6d:61:20:43:68:65:61:74:20:59:61:6e:67:20:44:69:20:48:61:73:69:6c:6b:61:6e:20:77:61:6c:6c:2a:2a:2a:2a

Tutorial :

~ Open Zenix
~ Launch PointBlank.exe
~ Inject"Auto"
~ Keluar Notice"Oke
~ WallshotAktif

Credit : ZenixVilla